REFLEKSI


PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU

TAHUN PEMBELAJARAN 2012/2013

Nunukan, 27 Juni 2012 — Hari ini memasuki hari kesembilan dari rangkaian proses penerimaan peserta didik baru Tahun Pembelajaran 2012/2013 di Kabupaten Nunukan pada jenjang pendidikan menengah atas yang diadakan secara serentak untuk seluruh satuan pendidikan yang masuk pada jalur jenjang pendidikan tersebut.

Apa yang dapat saya amati dari rangkaian proses ini adalah keseluruhan proses pada umumnya berjalan dengan lancar sesuai dengan rencana, namun terdapat beberapa hal diluar teknis pelaksanaan penerimaan peserta didik baru tersebut yang diluar kendali dari pihak sekolah yaitu membludaknya pendaftar atau animo dari calon peserta didik baru yang mendaftar di sekolah kami. Dari jumlah pendaftar tahun lalu yang berjumlah sekitar 200 orang pendaftar, pada tahun ini jumlahnya meningkat hampir 100% dari jumlah tersebut. Hal ini mengakibatkan banyak dari pendaftar yang berkas pendaftarannya ditolak karena keterbatasan daya tampung yang dimiliki oleh sekolah, sampai saat ini sekolah kami hanya memiliki 12 lokal untuk 16 rombongan belajar yang direncanakan dibina pada tahun pembelajaran ini. Sehingga sekurang-kurangnya terdapat defisit 4 lokal rombongan belajar yang perlu dipikirkan penempatan serta proses pembelajarannya.

Apa sebenarnya yang menyebabkan ini terjadi ? pertama adalah lalainya pemerintah dalam pembangunan  sarana dan prasarana pembelajaran, dari tahun 2011 hingga tahun berjalan ini tidak ada pembangunan fisik, baik itu pembangunan ruang kelas baru, laboratorium atau sarana penunjang  pembelajaran lain yang dibangun oleh pemerintah. Sedangkan setiap tahun jumlah pendaftar atau peserta didik yang mendaftar dapat dipastikan akan selalu bertambah dan akan selalu bertambah.

Kedua, kebiasaan masyarakat untuk selalu mengharap dan dimanjakan dengan program-program bantuan-bantuan pemerintah, tak terlepas dengan program pemerintah dibidang pendidikan khususnya program pemerintah provinsi Kalimantan Timur yaitu program pendidikan 12 Tahun.   Masyarakat sudah terlalu terbuai dengan program-program tersebut, sehingga “memaksakan” peserta didik yang merupakan anak-anak mereka untuk dapat masuk pada sekolah-sekolah negeri dengan harapan tidak ada lagi biaya pendidikan yang dibebankan kepada mereka. Hal ini berakibat lagi pada berkurangnya jumlah pendaftar (peserta didik) yang mendaftar pada sekolah-sekolah swasta yang notabene mendapatkan anggaran utama dari iuran/pungutan peserta didik, sehingga ditakutkan sekolah-sekolah swasta tersebut yang seharusnya menjadi kompetitor bagi sekolah-sekolah negeri akan “mati” suri.

Apa yang dapat kita lakukan ?

Pada dasarnya kita semua memiliki peran dalam memajukan pendidikan di daerah kita, tentunya sesuai dengan kapasitas kita dan yang paling kecil adalah peran serta kita sebagai masyarakat. Peran serta tersebut dapat kita mewujudkan dengan cara mengubah pola pikir (mindset) kita untuk tidak terbuai dengan bantuan pemerintah khususnya di bidang pendidikan dengan adanya pendidikan gratis, biarlah pendidikan gratis hanya dinikmati oleh saudara-saudara kita yang tidak mampu. Bagi pemerintah, khususnya pemerintah provinsi kalimantan timur juga dapat meninjau ulang program pendidikan 12 tahun (sekolah gratis) dengan menerapkan pola pembiayaan share (60% dari anggaran sekolah dibiayai oleh pemerintah sedangkan 40% dari biaya tersebut dibebankan kepada orang tua peserta didik) dari anggaran belanja sekolah.

Pemerintah juga seharusnya lebih peka terhadap kebutuhan-kebutuhan dari satuan pendidikan baik sarana maupun prasarana pendidikan, anggaran 20% dari APBD seharusnya dapat dialokasikan juga untuk pembagunan fisik dan non fisik serta peningkatan kualitas tenaga pendidik.

Apakah, kita hanya mengharapkan kuantitas tanpa adanya kualitas pendidikan….ini semua menjadi tanggung jawab kita.

Tentang MOEJIE

Guru Biologi
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Biasakan berkomentar gan....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s