ARTIKEL WAHANA BIOLOGI


TEKNIK ISOLASI BAKTERI

Oleh SUPARMUJI

Diposkan Jum’at, 28 Oktober 2011 09:30 wite

*******

B

akteri merupakan salah satu makhluk hidup yang paling banyak jumlahnya dimuka Bumi, kemampuannya untuk berkembang biak yang sangat cepat serta kemampuannya untuk beradaptasi menjadikannya makhluk hidup yang paling berhasil di muka Bumi. Bakteri termasuk salah satu anggota dari kerajaan Monera, yaitu kerajaan yang dihuni makhluk hidup dengan ciri-ciri bersifat uniseluler, prokariota, cosmopolit dan lain-lain. Mempunyai ukuran yang sangat kecil hingga berukuran antara 100 – 750 μm (0,1 – 0,75 mm), sehingga makhluk hidup ini hanya dapat dilihat melalui mikroskop meskipun hanya bagian umumnya saja.

Pada umumnya bakteri hidup secara berkoloni walaupun ada sebagian yang hidup bebas, bakteri memiliki tiga bentuk umum yang dapat dengan jelas diamati jika berada diluar koloninya (hidup sendiri), yaitu : bentuk bulat, bentuk batang dan bentuk koma. Sedangkan bentuk koloninya dapat kita dapat lebih serig kita amati, seperti bentuk diplo, strepto, sarcina, tetracoccus, stafilococcus. Bakteri dipelajari secara khusus dalam suatu cabang ilmu biologi yaitu bakteriologi dan mikrobiologi.

Dalam ilmu mirobiologi, untuk dapat mengamati bakteri dengan lebih jelas kita perlu membiakkan suatu bakteri dalam suatu biakan dimana hanya terdapat bakteri yang ingin kita amati dalam biakan tersebut. Terdapat beberapa teknik pengisolasian bakteri yang dapat kita lakukan antara lain dengan teknik penggoresan ataupun dengan teknik tuang, tetapi yang perlu diingat adalah sangat sulit mengisolasi suatu bakteri hingga diperoleh suatu biakan murni. Biasanya suatu bakteri akan hidup bersama-sama dengan mikroorganisme saprofit lainnya. Sehingga untuk melakukan isolasi suatu bakteri maka yang diperlukan adalah mengetahui tentang nutrisi dan lingkungan optimum suatu jenis bakteri sehingga bakteri dapat berkembang biak dengan baik[1].

Selain teknik isolasi dikenal juga teknik Inokulasi yaitu teknik pemindahan biakan bakteri dari medium lama ke medium baru, teknik seperti ini sangatlah sulit karena pada prosesnya seringkali medium terkontaminasi dengan mikroorganisme lain[2]. Sampel bakteri dapat diperoleh dari lingkungan disekitar kita seperti air, tanah maupun udara bahkan subtrat yang banyak mengandung sampel yang kita inginkan seperti pada bahan pangan, tumbuhan, hewan bahkan pada manusia. Sampel dapat berupa mikroorganisme selain bakteri seperti jamur, khamir atau kapang dan sebagainya.

Untuk dapat melakukan pemisahan suatu mikroorganisme dari mikroorganisme lainnya diperlukan suatu teknik sehingga pemisahan ini dapat berjalan dengan baik. Menurut Dwidjoseputro (1990) untuk menyendirikan suatu species dikenal beberapa cara, yaitu :

  1. Dengan Pengenceran

Pertama kali dilakukan oleh Lister pada tahun 1965 yang berhasil membiakkan Streptococcus Lactis pada media susu yang telah masam, dalam media terkandung biakan murni bakteri susu berbentuk bulat tersebut. Mekanisme pengisolasian adalah dengan cara pengenceran sampel dari suatu suspensi yang berisi bermacam-macam mikroorganisme pada tabung tersendiri. Kemudian diambil 1 mL untuk diencerkan kembali dan diulang untuk pengenceran ketiga. Pada pengenceran ketiga banyaknya sampel yang diambil adalah 0,1 mL yang akan disebar pada medium padat. Pada medium padat ini nantinya akan kita peroleh beberapa koloni atau mungkin hanya satu koloni saja. Jika masih belum yakin, dari pengenceran ketiga dapat kita ambil sampel untuk kita encerkan kembali.

  1. Dengan Penuangan

Dilakukan pertama kali oleh Robert Koch (1843 – 1905) yang menemukan metode lain dalam mengisolasi mikroorganisme. Ia menggunakan kaldu dan gelatin encer sebagai medium untuk membiakkan mikroorganisme dengan cara menyebarkan sampel bakteri yang telah diencerkan ke dalam media tersebut, setelah mengental akan diperoleh koloni-koloni yang dapat dianggap biakan murni. Dengan pengulangan akan diperoleh biakan yang lebih murni.

Beberapa metode yang dapat digunakan untuk mengisolasi mikroorganisme dengan cara tuang adalah :

  1. Metode Cawan Gores (Streak Plate)

Metode ini cukup sulit dilakukan bagi pemula dikarenakan prosedurnya yang memakan waktu yang cukup lama dan sulit sehingga dapat memperbesar kemungkinan terjadinya kontaminasi. Metode dilakukan dengan cara membagi cawan menjadi 3 – 4 bagian, mekanismenya dengan membentuk goresan 3 – 4 kali pada tiap sisi cawan dengan menggunakan ose steril kemudian mensterilkan ose dengan cara membakarnya apa api bunsen, setelah kering gunakan kembali ose untuk membuat goresan bagian kedua pada cawan dan begitu seterusnya hingga pada bagian cawan yang keempat.

Goresan pada tiap bagian cawan diharapkan pada bagian pertama diperoleh koloni yang padat dari pada bagian cawan yang kedua dan seterusnya hingga pada bagian yang keempat. Hal tersebut didapatkan dari teknik goresan yang berbeda pada setiap bagian cawan. Yang perlu diingat adalah setiap rangkaian prosedur yang dilakukan hendaklah dilakukan dengan steril sehingga diperoleh media yang tidak terkontaminasi.

  1. Metode Cawan Tuang (Pour Plate)

Metode ini agak lebih mudah dibandingkan dengan metode gores, dilakukan dengan cara mengencerkan sampel dengan larutan fisiologi (NaCl 0,85%) dengan tujuan sebagai penyangga pH bakteri agar tidak rusak karena menurunnya pH lingkungan. Pengenceran dapat dilakukan secara berulang-ulang atau sampai memenuhi cawan. Sekitar 1 mL campuran dituangkan dalam cawan steril, yang dilanjutkan dengan menuangkan larutan nutrien sebagai media penyubur dengan suhu antara 40 – 50oC. Ditutup dan disimpan dalam inkubator dengan suhu 37oC selama 1 – 2 hari. Prosedur kerja hendaknya dilakukan secara steril sehingga resiko terkontaminasi mikroorganisme lain dapat dikurangi.

DOWNLOAD filetype PDF


[1] Untuk melakukan hal ini, haruslah di mengerti jenis- jenis nutrien yang disyaratkan bakteri dan juga macam lingkungan fisik yang menyediakan kondisi optimum bagi pertumbuhan bakteri tersebut (Pelczar, 1986).

 

[2] Pemindahan bakteri dari medium lama ke medium yang baru atau yang dikenal dengan istilah inokulasi bakteri ini memerluakn banyak ketelitian. Terlebih dahulu kita harus mengusahakan agar semua alat- alat yang akan digunakan untuk pengerjaan medium dan pengerjaan inokulasi benar- benar steril. Hal ini untuk menghindari terjadinya kkontaminasi, yaitu masuknya mikrooba lain yang tidak diinginkan sehingga biakan yang tumbuh di dalam medium adalah benar- benar biakan murni (Dwidjoseputro, 1990).

 

 

Tentang MOEJIE

Guru Biologi
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Biasakan berkomentar gan....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s