ARTIKEL WAHANA BIOLOGI


BIOLOGI SEL

Oleh SUPARMUJI

Selasa, 27 September 2011

Sel adalah bagian yang terkecil penyusun tubuh makhluk hidup, baik secara struktur maupun fungsinya. Layaknya sebuah bangunan, tubuh kita juga tersusun atas bagian-bagian yang kecil dan saling berkoordinasi membentuk suatu kesatuan yang dinamakan organisme. Untuk makhluk hidup, apapun itu baik hewan, tumbuhan maupun manusia pasti terbentuk dari susunan sel-sel tersebut. Karena dari dalam sel-sel inilah fungsi-fungsi serta tanda-tanda kehidupan dimulai, sebagian makhluk hidup disusun dari banyak sel sedangkan sebagian yang lain tersusun atas 1 buah sel saja. Makhluk hidup yang tubuhnya disusun atas banyak sel dinamakan makhluk hidup multi seluler sedangkan makhluk hidup yang tubuhnya disusun atas satu buah sel dinamakan uniseluler.

Setiap sel mempunyai bagian-bagian utama, antara lain : Membran Sel, Sitoplasma dan Inti Sel (nukleus).

Membran sel adalah bagian paling luar dari sebuah sel, ia berfungsi sebagai :

  1. Tempat keluar masuknya zat yang diperlukan oleh sel.
  2. Melindungi sel dari lingkungan atau sesuatu yang tidak menguntungkan
  3. Memberikan bentuk sel
  4. Tempat terjadinya reaksi kimia

Membran sel dibangun dari persenyawaan fosfolipid, yaitu persenyawaan antara protein dan lemak, dengan komposisi yang seimbang. Komposisi ini bertujuan sebagai skrining zat-zat yang dapat masuk ke dalam sel, ibaratnya pada membran sel terdapat 2 pintu yang tiap pintunya mengkhususkan zat-zat tertentu untuk dapat melewatinya. Pada sel tumbuhan, membran sel masih dilindungi lagi dengan suatu bagian yang bernama dinding sel/cell wall.

Sitoplasma adalah cairan sel berada dibalik membran sel. Dengan komposisi 70-80% dari massa keseluruhan sel. Sitoplasma merupakan komponen terbesar dari sebuah sel, merupakan koloid yang tidak homogen. Sebagian besar aktifitas dalam sitoplasma terjadi secara enzimatik. Sitoplasma memiliki banyak fungsi, antara lain :

  1. Sintesa Bahan
  2. Respirasi (perombakan)
  3. Penyimpanan
  4. Reaksi terhadap rangsang

Komposisi utamanya adalah air yang berperan sebagai zat pelarut zat-zat kimia serta medium terjadinya reaksi kimia. Disamping air, dalam sitoplasma juga terdapat molekul-molekul kecil ion dan protein dengan ukuran yang beragam antara 0,001 milimikron sampai 0,1 milimikron.

Di dalam sitoplasma juga terdapat salah satu komponen sel dan beberapa organella yang mempunyai fungsi-fungsi khusus dalam membantu aktifitas biologis sel.

Inti Sel, merupakan organel terbesar dari sebuah sel dengan fungsi yang sangat vital yaitu mengatur aktifitas dalam sel serta berperan dalam proses pembelahan sel. Oleh karena itu, nukleus dikatakan juga komponen utama sel. Pada beberapa referensi, nukleus dikatakan mencolok pada sel eukariotik yang sebenarnya hampir terdapat pada seluruh jenis sel baik eukariotik maupun prokariotik. Dikatakan sangat menonjol pada jenis eukariotik karena pada jenis ini inti sel dilindungi oleh membran yang berfungsi memberikan bentuk dari inti sel dan bagian ini tidak terdapat pada sel-sel prokariotik.

Di dalam inti sel terdapat materi genetik yang dikenal dengan nama kromosom, yang mengandung dua jenis asam nukleat, yaitu : DNA dan RNA. Keduanya menjadi dasar penyusun kehidupan (Beberapa Ahli mengatakan bahwa primordial soup merupakan cikal bakal terbentuknya kedua jenis asam nukleat tersebut).

Inti sel memiliki fungsi utama sebagai :

  1. Menjaga integritas gen dan mengontrol seluruh aktifitas sel
  2. Mengorganisasi sel pada saat pembelahan
  3. Memproduksi RNA untuk menghasilkan protein
  4. Tempat sintesis ribosom
  5. Tempat terjadinya replikasi dan transkripsi DNA
  6. dan mengatur kapan, dimana ekspresi gen harus dimulai, dijalankan dan di akhiri.

ORGANEL-ORGANEL SEL

Selain ketiga komponen utama sel diatas, di dalam sitoplasma terdapat juga organela-organela yang memiliki fungsi khususnya masing-masing. Beberapa organela tersebut antara lain :

1. Retikulum Endoplasma (RE)

Bagian ini merupakan bagian yang paling dekat dengan nukleus, ia juga merupakan bagian yang berhubungan langsung dengan nukleus. Strukturnya terbagi menjadi 2 jenis, yaitu Retikulum Endoplasma (RE) kasar atau Rough Endoplasmic Reticulum dan Retikulum Endoplasma (RE) halus atau Smooth Endoplasmic Reticulum.

Retikulum Endoplasma Kasar terbentuk dikarenakan menempelnya suatu struktur yang bernama ribosom. Yang membedakannya dengan bagian halusnya. Bagian ini memiliki fungsi sebagai tempat terjadinya sintesa protein yang dihasilkan langsung oleh ribosom-ribosom tersebut.

2. Ribosom

Ribosom adalah organella kecil yang disentesa oleh nukleus, keluar melalui saluran khusus sebagian menempel pada Retikulum, sebagian lagi bebas mengambang pada sitoplasma. Ribosom sendiri merupakan partikel padat yang terdiri atas ribonukleoprotein.

Ribosom memiliki peran untuk memungkin terjadinya sintesa protein. Sebuah ribosom memiliki dimensi yang sangat bervariasi, pada sel prokariota ribosom memiliki panjang 29 nm dan besar 21 nm sedangkan pada sel eukariota ribosom memiliki panjang 32 nm dan besar 22 nm.

3. Mitokondria

Merupakan organella yang memiliki bentuk yang bulan lonjong dengan ukuran diameter 0,5 milimikron dan panjang antara 0,5 – 1 milimikron. Mitokondria memiliki fungsi utama sebagai organella yang bertanggung jawab dalam pembongkaran zat-zat makanan menjadi pasokan-pasokan energi dalam bentuk senyawa kimia yang dikenal dengan nama ATP (Adenosin Tri Phosphat).

Mitokondria sendiri terdiri atas empat bagian, yaitu : membran luar, membran dalam, matriks dan krista. Baik membran dalam maupun membran luar memiliki fungsi yang identik dengan membran sel, sedangkan krista berfungsi sebagai penyekat anrat ruang dalam sel. Sedangkan matriks berperan dalam memperluas daerah pembongkarang zat-zat makanan tersebut.

Terdapat hipotesa bahwa mitokondria berasal dari sel alpha probacteria prokariota yang berendosimbiosis dengan sel eubakteria. Hal tersebut dibuktikan dengan

  1. adanya DNA di dalam mitokondria menunjukkan bahwa dahulu mitokondria merupakan entitas yang terpisah dari sel inangnya,
  2. beberapa kemiripan antara mitokondria dan bakteri, baik ukuran maupun cara reproduksi dengan membelah diri, juga struktur DNA yang berbentuk lingkaran.

Dengan kata lain dapat dikatakan bahwa mitokondria memiliki materi genetik sendiri yang berbeda dengan nukleus. Selain itu mitokondria mirip dengan sel bakteri baik dari segi bentuk serta beberapa bagian dari mitokondria tersebut.

4. Aparatus Golgi

Disebut juga badan golgi atau kompleks golgi atau diktiosom, sebuah organella sel yang memiliki peran dalam eksresi sel. Pada beberapa sel, organella ini dapat dilihat dengan mikroskop cahaya. Terdapat pada seluruh tubuh sel eukariota, pada tumbuha diktiosom memiliki jumlah yang lebih banyak daripada sel hewan, mereka memiliki ratusan badan golgi berbanding dengan jumlah yang terdapat pada sel hewan yang hanya berjumlah 40 badan golgi.

 ******to be continued, ada kerjaan lagi******

admin

About these ads

Tentang supar muji

Guru Biologi
Tulisan ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

2 Balasan ke ARTIKEL WAHANA BIOLOGI

  1. Chloe berkata:

    wow, awesome article.Really thank you! Really Great.

Biasakan berkomentar gan....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s